Menjelajahi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi: Ikon Wisata Religi Sumatra Barat yang Mendunia
Sumatra Barat tidak hanya dikenal dengan kuliner rendangnya yang mendunia, tetapi juga karena kemegahan arsitekturnya. Salah satu destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Uda Uni saat berada di Kota Padang adalah Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi (sebelumnya dikenal sebagai Masjid Raya Sumatra Barat). Masjid ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, melainkan juga sebuah karya seni yang telah meraih penghargaan internasional.

Masjid Raya Sumatera Barat di Kota Padang

Uda Uni,
Hal pertama yang akan
membuat Uda Uni takjub adalah bentuk atapnya. Berbeda dengan masjid pada
umumnya, masjid ini tidak memiliki kubah. Desain atapnya berbentuk persegi
dengan empat sudut melengkung ke atas, yang mengingatkan kita pada bentuk Rumah
Bagonjong khas Minangkabau.
Namun, di balik
keindahan tersebut terdapat filosofi Islam yang mendalam. Desain ini
terinspirasi dari bentuk kain sorban yang digunakan oleh empat kabilah suku
Quraisy untuk mengusung batu Hajar Aswad. Keindahan ini merupakan hasil
rancangan arsitek Bapak Rizal Muslimin dari PT Urbane, biro arsitek yang salah
satu pendirinya adalah Bapak Ridwan Kamil.
Berkat keunikannya,
masjid ini sukses meraih Abdullatif Al Fozan Award (AFAMA) sebagai salah satu
desain masjid terbaik di dunia.
Fasilitas
dan Kemegahan Interior yang Menyejukkan
| Tampak Luar Masjid Raya |
Begitu memasuki area
dalam, Uda Uni akan disambut dengan suasana yang sangat luas karena masjid ini
diperkirakan dapat menampung hingga 20.000 jemaah. Area wudhunya pun didesain
dengan sangat baik menggunakan nuansa batu-batuan alam yang bersih, bahkan
tersedia tempat duduk batu untuk memudahkan lansia atau sekadar meletakkan tas.
Bagi Uda Uni yang
membawa orang tua dengan kursi roda atau buah hati dengan kereta bayi (stroller), tidak perlu khawatir karena
akses menuju lantai utama sudah disediakan tangga landai (ram).
Di bagian interior, Uda
Uni akan dimanjakan dengan kaligrafi Asmaul Husna berwarna emas di area mihrab
yang memberikan kesan mewah dan menenangkan. Selain itu, terdapat menara tinggi
yang menjulang di sisi kanan masjid. Menara ini dapat dinaiki menggunakan lift jika Uda Uni ingin melihat panorama
Kota Padang dari ketinggian.
Masjid ini pun telah
dirancang khusus dengan konstruksi tahan gempa hingga 10 SR, sehingga
pengunjung dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman.
Nama
Baru: Penghormatan untuk Ulama Besar
| Lantai Dua Masjid Raya |
Penting untuk Uda Uni ketahui
bahwa sejak 7 Juli 2024, masjid kebanggaan masyarakat Minang ini resmi berganti
nama menjadi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Peresmian yang
dilakukan tepat pada 1 Muharram 1446 H ini merupakan bentuk penghormatan kepada
putra asli Minangkabau yang pernah menjadi Imam Besar di Masjidil Haram,
Mekkah.
Panduan dan Tips Berkunjung
Untuk lokasinya
sendiri, masjid ini berada di Jl. Khatib Sulaiman, Padang Utara, sebuah area
yang sangat strategis di pusat kota. Uda Uni dapat berkunjung menggunakan
kendaraan pribadi, layanan transportasi daring, atau bus Trans Padang yang
rutenya tepat melewati area masjid.
Untuk biaya masuknya
tidak dipungut biaya atau gratis, Uda Uni cukup membayar biaya parkir kendaraan
saja.
Waktu terbaik untuk
berkunjung adalah pada pagi hari atau sore hari menjelang Maghrib, agar bisa
mendapatkan dokumentasi foto yang estetis dengan latar cahaya yang indah.
Pengunjung diharapkan untuk tetap berpakaian sopan.
Setelah puas
berkeliling, Uda Uni juga dapat menikmati berbagai hidangan ringan seperti es
tebu dan kuliner lainnya di deretan kedai yang tersedia di area belakang
masjid.
Mari agendakan perjalanan Uda Uni ke Sumatra Barat dan rasakan sendiri kemegahan masjid yang telah diakui oleh dunia ini. Sampai jumpa di Ranah Minang. Salam hangat dari Padang!
Comments
Post a Comment
Terima kasih Uda Uni sudah singgah. Maafkan atas komentar yang harus dimoderasi lebih dulu. Terundang singgah kembali pada artikel lainnya.