Selamat Hari Jadi ke-193: Lekas Pulih Padang Pariaman

Bencana tanah longsor dan “galodo” alias banjir bandang pada pekan akhir November lalu, juga menimpa banyak wilayah di Kabupaten Padang Pariaman. Mengingat kondisi ini belum sepenuhnya pulih, pada Hari Jadi Padang Pariaman ke-193 pun lebih dimaknai dengan proses pemulihan pascabencana. Pada artikel ini, mari kita mengulas, apa saja rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Jadi Padang Pariaman di tahun 2026 ini.

HUT Padang Pariaman ke-193
Hari Jadi Padang Pariaman 2026

Uda Uni,

Padang Pariaman -- dapat dikatakan sebagai pintu gerbang utama bagi wisatawan maupun perantau yang menginjakkan kaki di Sumatra Barat, melalui jalur udara. Terletak di hamparan pesisir, kabupaten ini dihiasi deretan pantai memesona seperti Pantai Katapiang dan Pantai Tiram yang selalu memanjakan mata.

Tak hanya hamparan pasir dan lautan biru, kekayaan alamnya pun merambah ke wisata air terjun. Ada Air Terjun Nyarai yang tersohor sebagai “Green Canyon”-nya Sumbar, hingga segarnya kolam mata air pegunungan di Tirta Alami. Tak lupa, wisata religi ke makam Syekh Burhanuddin -- tokoh besar sejarah Islam di Minangkabau -- turut menempatkan Padang Pariaman dalam daftar destinasi utama para wisatawan.

Sisi kuliner pun tak kalah menggoda. Padang Pariaman identik dengan gurih dan pedasnya Sate Lokan. Sekilas serupa dengan Sate Padang berkuah kemerahan, namun dagingnya menggunakan olahan kerang muara (lokan). Di sepanjang jalan, deretan pedagang sala lauak -- bola-bola ikan teri -- dan peyek udang menjadi camilan khas yang sulit dilewatkan saat berkunjung.

 

Menghadapi Ujian Banjir dan Longsor

Namun, di balik pesona alamnya yang memukau, Padang Pariaman baru saja melewati masa-masa sulit. Pada akhir November lalu, curah hujan dengan intensitas ekstrem memicu bencana hidrometeorologi yang meluas. Banjir besar meluap hingga melumpuhkan kawasan Ulakan Tapakis, merendam pemukiman warga, hingga menutup akses menuju makam Syekh Burhanuddin.

Duka kian mendalam saat musibah tanah longsor menyusul di beberapa wilayah. Di Pasie Laweh, material longsor menutup akses jalan utama dan mengancam keselamatan warga di kaki perbukitan.

Kabar pilu juga datang dari dunia pendidikan; SDN 05 Batang Anai dan beberapa sekolah lainnya hancur dihantam material tanah. Bangunan yang rusak parah memaksa kegiatan belajar mengajar terhenti seketika.

 

Hari Jadi ke-193: Tak Ada Perayaan, Namun Kerja Nyata

Tepat pada 11 Januari 2026, Kabupaten Padang Pariaman genap berusia 193 tahun. Mengingat kondisi daerah yang belum sepenuhnya pulih dari duka, tahun ini tidak ada rencana untuk menggelar perayaan. Pemerintah daerah memilih memfokuskan momentum Hari Jadi ini untuk pemulihan pascabencana.

Berikut adalah serangkaian aksi nyata yang dilakukan sebagai bentuk peringatan:

1. Membersihkan Sisa Banjir di Sekolah

Pemulihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama. Pada Sabtu (3/1/2026), Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), bersama jajaran perangkat daerah dan ibu-ibu PKK, turun langsung ke SDN 17 Batang Anai. Sekolah ini sempat terendam banjir hingga setinggi dua meter.

Dalam kunjungannya, Pak JKA tak segan ikut membersihkan sisa-sisa lumpur yang mengendap di ruang kelas. Beliau ingin memastikan anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman pada hari Senin.

“Sambil menunggu proses relokasi sekolah ke tempat yang lebih aman, kita bersihkan dulu ruang kelasnya. Yang penting anak-anak bisa masuk sekolah lagi tanpa terganggu sisa lumpur,” ujar Pak Bupati.

 

2. Khidmat dalam Semangat Kebersamaan

Masyarakat Padang Pariaman dikenal memiliki solidaritas tinggi, baik yang menetap di kampung maupun di perantauan. Semangat "Piaman Laweh" inilah yang menjadi nyawa dalam rangkaian Hari Jadi tahun ini.

Sekretaris Daerah, Rudy Repenaldi Rilis, menjelaskan bahwa ketiadaan perayaan adalah bentuk empati kepada warga yang terdampak. Kegiatan pun dialihkan menjadi:

* Gotong Royong Massal: Pada Rabu (7/1/2026), seluruh pegawai Pemkab bersama warga merapikan kawasan Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parit Malintang.

* Dukungan Ekonomi & Sosial: Di halaman Kantor Bupati, tersedia stan UMKM bagi pelaku usaha lokal yang terdampak agar bisa kembali bangkit. Pengunjung dapat mencicipi Sate Lokan dan Sala Lauak sembari mendukung ekonomi rakyat. Selain itu, diadakan pula layanan kesehatan gratis dan donor darah.

* Doa Bersama: Tabligh Akbar dan Istighosah digelar di Masjid Raya IKK Parit Malintang pada Jumat (9/1/2026), memohon perlindungan agar Padang Pariaman dijauhkan dari musibah di masa depan.

 

Harapan untuk Kabupaten Tercinta

Puncak peringatan tahun ini akan ditandai dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD pada 11 Januari 2026. Mengusung tema “Bangkit Lebih Cepat Menuju Padang Pariaman Tangguh,” pemerintah ingin menjadikan momentum ini sebagai titik balik pemulihan total.

Harapan besarnya, Padang Pariaman tumbuh menjadi kabupaten yang lebih kuat. "Tangguh" berarti memiliki infrastruktur yang andal menghadapi bencana, ekonomi yang kembali berputar, dan masyarakat yang tetap kompak.

Selamat Hari Jadi ke-193, Padang Pariaman. Walau tahun ini dirayakan dengan peluh di lapangan dan doa yang khusyuk, semoga semangat kebersamaan ini menjadi modal utama untuk bangkit kembali. Lekas pulih, Padang Pariaman.

 

Pendukung Materi:

https://padangpariamankab.go.id/blog/berita_tampil/sekda-rudy-hari-jadi-ke-193-padang-pariaman-diperingati-secara-sederhana-namun-khidmat

https://www.tvrisumbar.co.id/berita/detil/8800/banjir-landa-wilayah-ulakan-tapakis-padang-pariaman,-sejumlah-warga-mengungsi.html

https://sumbarkita.id/pascabanjir-bandang-dan-longsor-siswa-sd-di-padang-pariaman-belajar-di-halaman-sekolah/

https://padang.inews.id/read/662296/padang-pariaman-kembali-berduka-longsor-tutup-jalan-di-pasie-laweh-sungai-batang-anai-meluap

Instagram Uda Vasko Ruseimy

Comments